jump to navigation

Petasan, Menyenangkan Tetapi Berbahaya Agustus 31, 2008

Posted by wacanbocah in Pengetahuan, Sains.
Tags: , ,
trackback

Hore, petasanku meledak. Yap, bermain petasan memang menyenangkan. Apalagi jika suaranya menggelegar. Tetapi hati-hati lo, petasan merupakan benda berbahaya. Bagaimana sejarah petasan dan mengapa bisa meledak?

Petasan telah ada semenjak ribuan tahun lalu. Diperkirakan, petasan pertama kali ditemukan di Arab atau China sekitar dua ribu tahun silam. Mereka menyulut petasan pada perayaan tahun baru Imlek dan pesta perkawinan. Dari China, petasan menyebar ke Eropa melalui Belanda dan Jerman. Orang Eropa menyulut petasan untuk mengusir roh jahat agar tidak mengganggu perayaan hari Natal.

Kini tradisi menyulut petasan telah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia menyulut petasan untuk merayakan lebaran.

Bukan Bahan Peledak

Petasan memang bisa meledak dan menimbulkan suara yang keras. Namun petasan bukanlah bahan peledak seperti yang digunakan pada dinamit, bom, atau senjata militer lain. Ledakan dinamit menimbulkan suara supersonik yang merambat lebih cepat dari suara. Sedangkan suara petasan merambat dengan kecepatan normal.

Di Eropa, jenis petasan sangat beragam. Bentuknya beraneka rupa, ada roket yang yang bisa terbang, mengeluarkan parasut, atau petasan bambu. Bahan aktifnya juga berlainan sehingga mengeluarkan warna-warni yang berbeda, tergantung bahan aktifnya.

Di Indonesia, hanya beberapa jenis petasan yang populer. Kebanyakan merupakan petasan tabung seperti yang biasa disulut di kampung-kampung. Petasan tabung dibuat dengan menggulung beberapa lapis kertas membentuk tabung. Di dalamnya diisi bahan aktif, biasanya potasium nitrat. Potasium nitrat merupakan zat kimia yang memproduksi gas ketika terbakar. Saat api membakar potasium nitrat, tercipta gas yang mengembang dengan cepat dalam waktu singkat. Namun, gas itu terhalang oleh tabung kertas. Kekuatan gas mampu menjebol tabung sehingga petasan meledak.

Meracik petasan tidak gampang. Jika bahan aktifnya terlalu sedikit tetapi tabung kertas terlalu besar, maka petasan tidak meledak. Sebabnya, gas hasil pembakaran potasium nitrat tidak kuat menjebol tabung. Sedangkan jika bahan aktifnya terlalu banyak tetapi tabungnya kecil, ledakan petasan juga tidak terlalu keras. Karena gas hasil pembakaran potasium nitrat terlalu mudah menjebol dinding.

Petasan roket juga cukup populer di Indonesia. Petasan roket ditemukan secara tak sengaja. Konon, seseorang dari China mencoba membuat petasan yang bagian bawahnya terbuka, kemudian diletakkan di tanah. Saat disulut, petasan tidak meledak malahan terbang ke udara. Setelah itu manusia membuat petasan roket yang lebih komplek.

Bagaimana petasan roket bisa terbang? Saat potasium nitrat terbakar mengeluarkan gas. Gas bergerak cepat ke bawah karena itulah satu-satunya jalan keluar. Karena gas terdorong ke bawah, maka roket terdorong ke atas.

Dahulu juga ada “petasan bantingan”. Bentuknya berupa kantung kecil dari kertas yang diisi bahan aktif. Jika dibanting ke benda keras seperti batu atau logam, petasan meledak. Bahan aktifnya adalah silver fulminate yang dicampur dengan butiran pasir besi atau logam. Saat petasan dibanting, terjadi gesekan antara silver fulminate dengan pasir, menimbulkan percikan api, kemudian meledak.

Sepintas bermain petasan memang menyenangkan. Namun petasan juga berbahaya. Ledakan petasan berukuran besar menciptakan energi yang cukup kuat untuk mematahkan jemari tangan. Suara yang terlalu keras juga bisa memecahkan gendang telinga. Padahal, jika gendang telinga pecah, manusia akan tuli.

Bahaya lain, potasium nitrat sangat mudah terbakar. Potasium nitrat dapat terbakar pada suhu yang rendah, misalnya karena paparan sinar matahari atau disimpan dalam tempat tertutup. Sebatang petasan berukuran besar yang di simpan dalam saku celana pada siang hari bisa meledak dengan sendirinya. Jangan pula kamu berani menyembunyikan petasan di tempat tertutup seperti di bawah kasur atau tumpukan jerami. Bisa jadi petasanmu akan meledak dengan sendirinya.

Nah, sekarang terserah kamu, bermain petasan yang berbahaya atau memilih permainan lain yang tak kalah menyenangkan sekaligus aman. Panji.

Komentar»

1. DADANG-KEDIRI - September 8, 2008

Thanks buat wacan bocah. tulisan ini merupakan wacana menarik dan sangat berarti bagi saya selaku orangtua. Oya..buat perolehan potasium nitrat darimana ya..apa semudah itu bisa didapat??
MUNGKIN DARI SINI SAYA MENDAPAT BANYAK MANFAAT YAITU LEBIH PAHAM DAN DAPAT MENJELASKAN PERIHAL DAMPAK BAHAYA DARI PETASAN KEPADA ANAK SAYA. Sekali lagi bravo buat wacan bocah..jangan pernah berhenti berbagi ilmu..

2. wacanbocah - September 11, 2008

Makasih sudah berkunjung. Gampang kok pak cari potasium nitrat, beli aja di toko bahan kimia.

dari Wacan Bocah

3. aar - September 22, 2008

di toko pertanian juga banyak om, Potasium Nitrat (HNO3) biasanya digunakan untuk memupuk tanaman bawang merah.

4. rian - Januari 31, 2009

bos wacan,lok buat peledak dor yg warnya slver tu bhany ap aj?trus bli bhan d mna?hrgany jg yaw bos?tlong d jwb y.. cz biar g pnasran..

Tetangga saya juga jual, he…
Tapi sembunyi-sembunyi takut ketahuan… he…

5. Isyana Paramita Oktasari - September 1, 2009

waduh … aku kira petasan beneran ternyata “petasan” alias bom.
Semoga tidak ada lagi “petasan” lain yang meledak di Indonesia.

6. zamzami - September 8, 2009

petasan mempunyai bahan peledak berkapitas berapa mil tolong di bantu