jump to navigation

Hutan Maret 20, 2008

Posted by wacanbocah in Sains.
trackback

Adakah Hutan yang Tak Berpohon?

Mendengar kata hutan, apa yang terlintas di benakmu? Barisan pohon rimbun, penuh semak belukar yang dihuni binatang buas? Gambaran tentang hutan alam (natural forest) memang demikian. Kenyatannya, hutan di berbagai belahan bumi memiliki karastesteristik beragam. Sama halnya dengan penyebaran manusia yang menganut pola tertentu. Orang Jawa cenderung berkulit gelap, Afrika hitam, Asia putih, sedangkan Eropa pucat.

Pengaruh geografis, sebaran musim, dan intensitas cahaya matahari menjadikan hutan tidak seragam. Berdasar letak geografisnya hutan alam dibagi tiga yakni tropis (tropcial forest), temperate di kawasan empat musim, serta boreal yang berada di lingkar kutub.

Tropis menempati tengah-tengah bumi. Gampangnya dekat garis khatulistiwa. Membentang dari Amerika Tengah dan Selatan, Australia, Asia (termasuk Indonesia), dan Asia. Karasteristiknya adalah sinar matahari yang berada tepat di atas kepala, jadi relatif panas. Daerah tropis memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau. Perbedaan cuaca tak terlampau ekstrim, musim kemarau tetap dingin, musim hujan masih ada panas.

Karena iklimnya tak ekstrim, tanaman gampang tumbuh. Makanya hutan tropis cenderung lebat, besar, dan rimbun. Pohon tropis tumbuh sepanjang tahun sehingga cepat besar. Dalam lima tahun bisa setinggi 25 meter.

Hutan dihuni banyak binatang buas, seperti harimau dan ular. Mengapa tak ada singa di hutan? Meski dijuluki raja rimba, habitat singa bukanlah hutan rimba. Binatang buas itu lebih suka hidup di kawasan padang rumput.

Empat Musim

Hutan temperate berada di kawasan Eropa yang memiliki empat musim yakni panas, gugur, dingin (salju), dan semi. Hutan di kawasan itu tak rimbun, daunnya tak selalu hijau. Semak belukar dan rumput juga jarang. Jadi hutan temperate mirip deretan pohon semata, tanpa semak dan rumput.

Beberapa jenis tanaman di antaranya pohon oak, beech, dan pohon mappel yang enak dijadikan sirup. Pohon di hutan temperate tak tumbuh sepanjang tahun. Pada musim semi dan panas, mereka berkesempatan menggemukkan badan. Namun memasuki musim gugur dan salju, mau tak mau pohon-pohon itu harus “istirahat”. Jadi pertumbuhannya tak secepat hutan tropis.

Hutan boreal berada di kawasan kutub, di antaranya Alaska, Kanada, Rusia, Swedia, Norwegia, dan Finlandia. Kutub adalah lingkungan yang keras. Salju dan hawa dingin menyelimuti kawasan itu hampir sepanjang musim. Pada musim dingin mencapai minus 50 derajat celcius.

Karena sinar matahari langka, tumbuhan sulit melakukan fotosintesis. Makanya pohonnya kecil dan kerdil. Meski bernama hutan, belum tentu ada pohonnya. Adakalnya hanya berupa hamparan rumput tanpa pohon. Mendekati pusat kutub bahkan hanya ada tumbuhan sejenis lumut. Meski demikian, para ahli tetap menamainya sebagai hutan (forest). Hutan di kutub di antaranya sabana (padang rumput), tundra, taiga (pohon jarum dan lumut), serta steppes.

Hutam berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Perubahan fungsi menjadi hutan produksi (pinus, karet, jati) atau disulap menjadi perkebunan, pemukiman atau kawasan indutri membawa bencana bagi manusia, di antaranya pemanasan global, dan banjir, dan tanah longsor.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: