jump to navigation

Apa Jadinya Jika Tidak Ada Uang? Mei 13, 2008

Posted by wacanbocah in Budaya, Pengetahuan, Sosial.
Tags: , , ,
trackback

Apakah uang merupakan benda yang paling kau sukai? Yah, dengan uang kita bisa membeli apa saja. Membeli permen, makanan, dan aneka mainan.
Semua orang membutuhkan uang. Di era modern, setidaknya uang memiliki tiga fungsi. Yakni sebagai alat pembayaran, sebagai standar nilai suatu barang (murah atau mahal) dan sebagai alat penyimpanan kekayaan.
Pernahkah kamu membayangkan, seandainya di dunia ini tidak ada uang? Wah, apa jadinya, ya? Kalau tidak ada uang, bagaimana kita membeli suatu barang? Bagaimana cara kita membayar biaya sekolah?
Namun, manusia pernah mengalami jaman tanpa uang. Sekitar 9.000 tahun Sebelum Masehi (SM), uang belum diciptakan. Lantas, bagaimana cara manusia mengadakan perdagangan?

Kala itu, manusia melakukan barter alias pertukaran barang. Contohnya, peternak memiliki kambing, sedangkan petani memiliki padi dan buah-buahan. Kemudian mereka menukarkan barang milik mereka. Dengan demikian, petani dapat menikmati lezatnya daging kambing dan peternak bisa makan nasi dan buah-buahan.
Sayangnya, seringkali proses barter tidak berjalan mulus. Tak jarang, seseorang ingin melakukan barter, sedangkan orang satunya tidak. Misalnya, peternak memiliki kambing dan ia ingin menukarkannya dengan padi. Ada petani yang memiliki padi, tetapi ia tidak menginginkan kambing. Petani justru menginginkan padinya ditukar barang lain. Kalau terjadi seperti ini, barter urung terjadi. Nah, karena kendala inilah, manusia berkipir untuk menciptakan alat penukar yang lebih praktis.

Beragam Jenis Uang
Melewati beberapa abad, manusia menggunakan berbagai barang untuk dijadikan uang. Di antaranya adalah minyak bumi, manik-manik, teh, alat pancing ikan, bulu binatang, lembu, dan tembakau.
Hewan ternak, termasuk sapi, biri-biri, dan unta merupakan “uang” yang pertama dan tertua. Bersamaan dengan datangnya budaya pertanian, hasil pertanian kemudian juga digunakan sebagai “uang”.
Uang koin logam yang pertama dibuat di China, sekitar tahun 1.000 SM. Bahan yang digunakan adalah perunggu dan tembaga. Uang koin China diberi gambar binatang. Di tengah koin diberi lubang sehingga bisa direnteng menggunakan tali.
Di luar China, uang koin pertama dibuat dari perak. Koin jenis itu dibuat suku Lydia di daerah Turki. Koin dengan bahan perak menarik perhatian karena warnanya yang berkilau. Dalam waktu singkat, koin perak menyebar ke Yunani, Iran, Macedonia (Bosnia), dan Romawi. logam yang digunakan semakin berkembang, meliputi perak dan emas. Koin dijadikan uang karena dapat bertahan lama, mudah dibawa, dan mengandung logam yang berharga.
Saat Eropa menggunakan uang koin, lagi-lagi bangsa China menjadi pelopor. Orang China-lah yang mula-mula menggunakan uang kertas, dimulai pada dinasti T’ang (618-907). Pada jaman dinasti Ming pada tahun 1300-an, uang China dibubuhi tanda tangan raja dan stempel kerajaan.
Waktu itu, kertas merupakan barang berharga karena tidak banyak orang yang bisa membuat kertas. Namun, sekitar 500 tahun setelah uang kertas pertama diciptakan, mulai banyak orang yang bisa membuat kertas. Akibatnya, nilai uang merosot. Pada awal tahun 1455, uang kertas di China mulai ditinggalkan. Namun, justru kemudian digunakan secara luas di Eropa. Tiga abad kemudian uang kertas digunakan di seluruh dunia.
Di jaman modern, manusia mulai menggunakan “uang elektronik”. Secara fisik, uangnya tidak ada, namun bisa digunakan untuk membeli sesuatu. Contohnya kartu kredit atau kartu debit.
Saat ini penggunaan kartu kredit masih terbatas pada kalangan tertentu. Toko yang menerima pembayaran dengan kartu kredit juga relatif masih sedikit. Namun bukan tidak mungkin, suatu saat nanti kartu kredit menjadi standar alat pembayaran. Manusia tidak perlu membawa uang ketika bepergian. Cukup membawa selembar kartu, manusia bisa membeli barang apapun di toko manapun. Jika hal itu terjadi, uang tidak berfungsi. Manusia kembali ke jaman “tanpa uang” karena semua orang menggunakan kartu kredit. Mungkinkah hal itu terjadi? Panji.

Komentar»

1. ariel4ever - Mei 16, 2008

Ya.. iyalah… :d

2. fisHy - Mei 16, 2008

kalo gak ada uang, mungkin aja nama alat tukar yang sah di dunia ini namanya bukan uang..

sebenernya asal-usul kata uang dari mana?
ada kata serapan dari daerah mana gtu gak?

3. ompiq - Mei 19, 2008

Kembali ke jaman bahuela dong
paperless

4. polyester - Mei 28, 2008

polyester says : I absolutely agree with this !

5. Maharajah - Juni 18, 2008

Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

cheers, Maharajah
.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: