jump to navigation

Kamuflase di Dasar Laut Mei 13, 2008

Posted by wacanbocah in Pengetahuan, Sains.
Tags: , , , ,
trackback

Meski sepintas gelap dan sunyi, dasar laut riuh oleh aktivitas makhluk di dalamnya. Di tengah kegelapan itulah, aksi tipu-tipu, kelicikan, dan kecurangan terjadi sepanjang waktu.
Seekor ikan kecil tampak berlenggak-lenggok sendirian. Tubuhnya mengeluarkan cahaya redup. Seekor udang melihatnya. Dia ingin memangsa ikan kecil itu. Ia pun mendekat, mengulurkan capitnya untuk menjangkau mangsa. Tiba-tiba hap, bukan udang yang memangsa ikan. Namun sebaliknya, udang yang justru disantap.
Ikan kecil yang berlenggak-lenggok rupanya hanya aksi tipu-tipu. Itu hanya merupakan bendera (semacam sirip) dari ikan besar. Hewan lain terpedaya, mengira memperoleh mangsa, tak tahunya dia yang dimangsa. Ah kasihan, ya…
Begitulah, dunia memang tak selamanya indah dengan persahabatan sesama makhluk. Di dasar laut, kamuflase berkembang sebagai bagian dari strategi untuk bertahan hidup. Itu merupakan bagian dari keagungan Tuhan, bukan?


Lingkungan di laut dalam sangat ekstrim. Suasana gelap, suhu dingin (-1 hingga 4 derajat celcius), serta tekanan sangat besar. Kedalaman 4.000 meter merupakan zone aphotic (tak ada cahaya karena sinar matahari tak mampu menembusnya). Tekanan air 400 kali dibanding permukaan. Manusia tak mungkin menyelam sedalam itu. Tubuhnya tak kuat menahan tekanan sehingga akan hancur seperti perkedel.
Diam dan pasif
Makhluk hidup laut dalam menggunakan strategi khusus untuk bertahan hidup. Untuk menyiasati kegelapan, tubuhnya memproduksi cahaya (menggunakan teknik bioluminescent seperti kunang-kunang). Kebanyakan mempunyai bola mata berukuran besar, bahkan melotot. agar tetap bisa melihat dalam intensitas cahaya rendah. Tubuhnya cenderung tipis, elastis, dan mengandung air (seperti ubur-ubur), berguna menahan tekanan besar.
Bagaimana cara berburu mangsa? Mereka bersifat pasif. Tak mau membuang energi untuk mencari mangsa. Mengapa? Jumlah makanan sangat sedikit. Selain itu tekanan air juga besar, sedikit gerak saja menghabiskan banyak tenaga.
Jadi lebih baik diam menunggu mangsa datang. Untuk itulah, kamuflase merupakan senjata ampuh untuk mencari atau menghindari mangsa. Yakni mengubah bentuk dan warna tubuh agar tak dikenali hewan lain. Hewan-hewan di dasar laut saling beradu kelicikan untuk bertahan hidup. Siapa yang lengah, akan terpedaya. Siapa yang hati-hati dan waspada akan berjaya
Anglerfish (ikan angler) merupakan penghuni dasar laut yang legendaris. Kepalanya memiliki antena berbentuk ikan kecil. Antena itu berfungsi sebagai pengecoh mangsa.
Ada beberapa teknik kamuflase di dasar laut. Di antaranya hunting and hiding. Dilakukan oleh ikan stargazer. Mereka mengubur diri di dalam pasir sehingga tak terlihat. Begitu ikan kecil lewat, hap langsung ditangkap.
Berikutnya teknik colour change, berubah warna seperti bunglon. Ikan seperti flounder dan scorpion fish mengubah warna tubuhnya dengan lingkungan untuk menyamarkan diri.
Teknik berikutnya adalah body shape camouflage. Dengan tubuh lunak seperti gel, mereka bisa berubah wujud sesuka hati. Bisa berbentuk ”jinak” untuk menarik mangsa, atau sebaliknya dibuat seram untuk menakut-nakuti pemangsa. Ini di antaranya dilakukan oleh ghost pipefish (ikan hantu), razorfish, dan cockatoo wapfish. Panji

Komentar»

1. infogue - Mei 15, 2008

Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!http://www.infogue.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: