jump to navigation

Rahasia Penomoran Kode Barang (Barcode) Mei 13, 2008

Posted by wacanbocah in Pengetahuan.
Tags: , ,
trackback

Kamu pernah belanja di supermarket, kan? Jika pernah, kamu akan melihat kejadian ini. Kasir menyorotkan sinar merah pada garis hitam yang tertera pada barang yang dibeli. Terdengar suara “tit”, lantas nama dan harga barang tertera di layar komputer. Kadangkala, alat yang dipegang kasir tidak berfungsi sehingga kasir mesti mengetik kode barang di komputer. Setelah selesai, giliran kamu merogoh dompet untuk membayar.
Coba kamu bayangkan, jika kasir harus mengetik kode setiap barang yang dibeli. Pasti dibutuhkan waktu lama untuk membayar di kasir dan antrian menjadi semakin panjang. Untunglah, seorang ilmuwan bernama Norman Joseph Woodland menciptakan kode barang (barcode) yang membuat proses pembayaran di kasir menjadi lebih mudah.

Percakapan Direktur Pabrik
Ide tentang barcode sebenarnya bukan murni gagasan Woodland. Awalnya, seorang mahasiswa bernama Benhard Silver mendengar percakapan antara direktur pabrik makanan dengan dekan di Institut Teknologi Drexel, Philadelphia. Sang direktur meminta agar dekan mengadakan riset untuk membuat alat pembaca informasi produk otomatis. Permintaan itu ditolak.
Silver menemui Woodland dan menceritakan kejadian tersebut. Muncul gagasan Woodland untuk membuat sistem pengkodean barang. Awalnya, Woodland mencetak kode barang menggunakan tinta khusus yang berpendar di bawah sinar ultraviolet. Pada prinsipnya, ide Woodland bisa diterapkan. Masalahnya, tinta yang digunakan kelewat mahal.
Woodland tidak putus asa. Ia keluar dari pekerjaan sebagai dosen untuk menuntaskan ide tentang kode barang. Akhirnya ia menemukan ide membuat kode barang menggunakan pola garis berwarna hitam. Garis pertama adalah penanda dan posisi garis berikutnya berjarak tertentu dari garis pertama. Kombinasi jumlah dan jarak antargaris bernilai tertentu. Sistem pengkodean ini diberi nama barcode karena berbentuk batang (bar). Untuk membacanya digunakan alat pemindai yang disebut barcode scanner. Di bawah barcode tertera angka-angka yang merupakan “nilai” dari kombinasi garis itu. Angka-angka itu akan diketikkan kasir jika barcode scanner gagal memindai.

Diatur secara Internasional
Penggunaan barcode diatur sebuah organisasi bernama International Article Numbering Association (EAN) dan berlaku secara internasional. Setiap barcode berisi tigabelas digit, terdiri atas kode negara, kode perusahaan, kode produk, dan check digit.
Kode negara terdiri atas tiga atau dua digit, berisi informasi negara tempat perusahaan yang memproduksi barang itu. Kode perusahaan merupakan nomor register perusahaan di negara tersebut. Barang yang diproduksi perusahaan yang sama memiliki kode perusahaan yang sama.
Kode produk merujuk pada sistem penomoran produk pada sebuah perusahaan. Misalnya, perusahaan X memproduksi mie instan merek A, B, dan C. Setiap merek mie instan mempunyai nomor sendiri. Chek digit merupakan momor tambahan agar barcode memenuhi aturan yang ditetapkan EAN.
Dengan melihat kode negara, kamu bisa mengetahui negara mana yang memproduksi barang yang kamu beli. Jika pada label tertulis made in suatu negara, coba cocokan dengan kode negara. Apakah barang itu benar-benar produksi negara yang dimaksud? Panji

Kode Negara pada Barcode (dibuat bagan melebar 3 kolom)
00-13: Amerika dan Kanada
20-29: Produksi toko
30-37: Perancis
40-44: Jerman
45: Jepang (juga 49)
46: Rusia
471: Taiwan
474: Estonia
475: Latvia
477: Lithuania
479: Srilanka
480: Philipina
482: Ukraina
484: Moldova
485: Armenia
486: Georgia
487: Kazakhstan
489: Hongkong
49: Jepang (JAN-13)
50: Inggri
520: Yunani
528: Libanon
529: Siprus
531: Macedonia
535: Malta
539: Irlandia
54: belgia dan Luxemburg
560: Portugal
569: Iceland
57: Denmark
590: Polandia
594: Rumania
599: Hongaria
600 & 601: Afrika Selatan
609: Mauritius
611: Moroko
613: Algeria
619: Tunisia
622: Mesir
625: Jordania
626: Iran
64: Finlandia
690-692: China
70: Norwegia
729: Israel
73: Swedia
740: Guatemala
741: El Salvador
742: Honduras
743: Nikaragua
744: Costa Rica
746: Republik Dominika
750: Meksico
759: Venezuela
76: Switzerland
770: Kolombia
773: Uruguay
775: Peru
777: Bolivia
779: Argentina
780: Chile
784: Paraguay
785: Peru
786: Ekuador
789: Brazil
80 – 83: Italia
84: Spanyol
850: Kuba
858: Slovakia
859: Cekoslowakia
869: Turki
87: Belanda
880: Korea Selatan
885: Thailand
888: Singapura
890: India
893: Vietnam
899: Indonesia
90 & 91: Austria
93: Australia
94: New Zealand
955: Malaysia
977: Penomoran media massa
978: Penomoran buku
979: Penomoran musik

Komentar»

1. andygoblin - Mei 15, 2008


AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
(Komunitas Indo, ga perlu register)

2. alid abdul - Mei 16, 2008

Ck ck ck baru tau gw. Hm klo ttg ISBN?

3. emma - November 14, 2008

bagaimana saya meregister kode perusahaan, kode produk dan chek digit. kebetulan saya mau mengeluarkan voucher telp.

4. Rais Somantri - Desember 28, 2011

MantapZ,qta Lbh tw produksi dr mNa berasaL….!!thanx.

5. jasa pembuatan toko online - Juni 21, 2012

wow..nice share ganšŸ™‚

6. creative idea - Februari 28, 2013

Nice share…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: