jump to navigation

Stuntman, Bintang Film Hebat tapi Tak Tenar Agustus 31, 2008

Posted by wacanbocah in Budaya, Pengetahuan, Sosial.
Tags: , , , , ,
trackback

<!–

Kamu yang senang film action, pasti sering menyaksikan aksi para bintang tenar melakukan adegan berbahaya. Misalnya, meloncat dari ketinggian, berkelahi dengan binatang buas, atau kebut-kebutan di jalan ramai. Para aktor bertaruh nyawa untuk melakukan adegan penuh resiko itu. Jika salah perhitungan, bisa terjadi kecelakaan yang menewaskan sang aktor.

Begitulah resiko menjadi bintang film. Harus berani melakukan adegan berbahaya demi memuaskan penonton. Namun, tak semua bintang film tenar mau melakukan. Ketika ada adegan berbahaya, mereka digantikan oleh stuntman alias pemeran pengganti. Jadi tugas stuntman adalah menggantikan bintang film yang “takut” melakukan adegan berbahaya. Wah, tidak adil, ya? Yang kerja keras stuntman, tetapi yang tenar malah bintang film aslinya.

Dalam industri film, stuntman jamak digunakan. Pasalnya, bintang film merupakan aset berharga. Penampilan mereka menjadi daya tarik penonton untuk membeli karcis bioskop. Coba andai aktor Tom Cruise atau Will Smith meninggal saat main film, pasti dunia geger. Industri film rugi kehilangan aktor yang dicintai pemirsa.

Makanya, para bintang tenar itu dijauhkan dari resiko. Jika ada adegan berbahaya, stuntman yang digunakan.

Tak Dikenal

Berkebalikan dengan bintang film yang menikmati ketenaran, stuntman justru jarang dikenal. Wajahnya tak pernah terlihat di layar. Bahkan, seringkali keberadaannya dirahasiakan. Sutradara berusaha menutup-nutupi jika film buatannya menggunakan stuntman. Kalau penonton tahu yang main bukan aktor aslinya, tentu mereka tak antusias lagi bukan?

Profesi stuntman sudah ada sejak era film bisu buatan Charlie Chaplin (1900-an). Kemudian semakin populer seiring tumbuhnya industri film Holywood (tahun 1930-an). Kala itu kebanyakan film bertema koboi. Sutradara membutuhkan banyak stunman yang mahir menunggang banteng dan kuda. Akibatnya, para koboi asli ramai-ramai pindah profesi menjadi stuntman.

Salah satu stuntman terbaik kala itu adalah Yakima Canutt. Selama sekitar 20 tahun dia menjadi stunman, memainkan adegan-adegan sulit seperti menunggang kuda sembari berdiri, berkelahi dengan banteng, atau berenang melintasi sungai besar dan dalam.

Setelah tenar Canutt mendirikan perusahaan stunman. Dia merekrut orang-orang baru untuk dilatih. Perusahaannya juga mengembangkan teknik-teknik bermain film secara aman. Canutt bukan hanya menyediakan stunmant, namun juga mengusulkan adegan-adegan berbahaya kepada sutradara.

Tak mudah menjadi stuntman. Syarat utama tentu saja berani melakukan adegan sulit dan berbahaya. Fisik juga harus prima. Kebanyakan stuntman adalah olahragawan. Selain kuat, badannya juga lentur. Syarat lain, memiliki ketrampilan khusus seperti mengendarai sepeda motor dengan cepat (untuk adegan kebut-kebutan), naik tebing, berenang, atau berkelahi dengan binatang.

Syarat terakhir dan paling penting adalah rela tak terkenal. Yap, meski sejatinya bintang film hebat, mereka mesti menyembunyikan identitas. Mereka harus ikhlas penonton mengira bintang filmlah yang melakukan adegan berbahaya itu.

Meski tak tenar, stunman merupakan profesi menggiurkan. Honornya lebih besar dari pemain utama. Rata-rata, stuntman dibayar dua kali lipat dibanding bintang film asli. Jadi, nggak masalah kan tidak tenar karena bayarannya besar? Lagipula justru meeka bisa hidup nyaman dan menjaga privasi. Misalnya, jalan-jalan secara bebas tanpa dikerubuti penggemar.

Tak semua bintang film bersedia digantikan oleh. Aktor kungfu Jackie Chan selalu melakukan sendiri adegan yang berbahaya. Panji

Komentar»

1. Udeh Nans - April 30, 2009

Nah, bagaimana dengan di Indonesia…??? Di luar sana stuntman mendapatkan honor bahkan 2x lipat pemeran utama… sedangkan di indonesia kadang hanya 0.5 % ( setengah persen ) dari honor pemeran utamanya. Katakanlah honor pemeran utama 100 juta. di Indonesia stuntman hanya mendapt 500 ribu saja, dengan pertaruhan nyawa. MURAH SEKALI yach… Tapi buat para STUNTMAN sejati, tentunya bukan hanya honor yang diperhitungkan, tapi pertaruhan gengsi dalam setiap adegan berbahaya. Semakin bahaya dia melakukan adegan, maka semakin membumbunglah nama di di kalangan perfilman, khususnya film laga… BRAVO STUNTMAN INDONESIA, jangan kalah dengan stuntman IMPOR.

2. Ato - Agustus 28, 2009

ada gak link ke Stuntman2 Indonesia. @ tertarik dgn dunia Stuntman. soalnya @ ada niat jadi stuntman juga.

3. Udeh Nans - November 22, 2012

Wah, ternyata saya masih punya komentar disini… lumayan lama juga ya 3 tahun yang lalu hehehehe. Mampir yuk di blog stuntman saya di http://www.udehnans.com

salam kenal semuanya…

wacanbocah - Maret 23, 2015

Makasih bang,. Wah saya membuka lagi blog ini setelah bertahun silam… Hmmm, betapa cepat waktu berputar…

4. Farrel - Januari 14, 2015

Salam kenal. Wah benar2 postingan yg bermanfaat jadi aku jadi lebih tahu tentang stuntman, soalnya klo nonton film aku bayangin “wow hebat bener aktornya bisa kaya gitu” ga taunya pke stuntman. Sekali lagi makasih postingannya.

5. Teddy - Desember 16, 2015

Permisih pak.saya teddy dari surabaya”
Saya ingin belajar Dan menekuni bela diri untuk menjadi stuntman di perfileman indonesia”
Saya rela tidak dibayar”
Adakah cara saya untuk bisa masuk dunia stunt man?
Terimakasih sebelumnya”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: