jump to navigation

Tahukah Kamu, Anjing Sebenarnya Tak Memahami Perkataan Manusia? September 4, 2016

Posted by wacanbocah in Pengetahuan, Sains.
trackback
Aktivitas otak anjing

Peneliti sedang “bercakap-cakap” dengan anjing.

JIKA memiliki anjing, pasti kamu sering mengajaknya ngobrol. Ternyata anjing juga asyik diajak bergosip, ya. Seakan-akan hewan itu mengerti bahasa manusia. Bahkan anjing juga “mudeng” ketika diperintah.

Misalnya disuruh mengejar kayu yang kita lemparkan. Dia akan segera berlari mengejar kayu itu. Dia juga akan bermanja-manja jika kita memujinya. Misalnya, jika kita berkata “ayo ke sini anjing pintar.”

Tetapi tahukah kamu, sebenarnya anjing tidak memahami perkataan manusia? Lalu mengapa mereka bisa diajak bercakap-cakap?

Menurut peneliti dari Universitas Eotvos Lorand di BUdapest Hungaria, anjing tidak memahami bahasa manusia. Tetapi anjing menerka perintah manusia melalui nada dan intonasi yang dikeluarkan. Penelitian dipimpin oleh Attila Andics.

Kalau manusia berkata dengan nada lembut, maka anjing tahu bahwa majikannya sedang memujinya. Tetapi jika manusia berkata sembari membentak, anjing juga tahu majikannya sedang marah.

Para ilmuwan sudah melakukan ujicoba. Jika anjing “diajak bicara” dengan tutur kata yang lembut, mereka akan merespon dengan manis. Seakan mereka tahu sedang dipuji. Padahal, kosakata yang digunakan sebenarnya kasar.

Pendek kata, kamu berkata jelek kepada anjingmu tetapi dengan intonasi lembut. Maka anjingmu akan mengira kamu sedang memujinya.

Baca berita mancanegara di portal Kabar Manca

2016-09-04 ANJING2

Aktivitas otak anjing diukur menggunakan magnetic resonance imaging (MRI)

Sebaliknya, kamu membentak anjingmu tetapi menggunakan kosakata yang positif. Misalnya kamu berkata “kamu adalah anjing yang pintar dan manis”, tetapi dengan nada membentak, maka anjingmu mengira kamu sedang marah.

Untuk melakukan penelitian, pada ilmuwan menggunakan alat yang disebut magnetic resonance imaging (MRI). Alat itu biasanya digunakan di rumah sakit, untuk mengukur aktivitas gelombang otak.

Anjing yang diteliti dibaringkan di dalam alat tersebut. Kemudian peneliti melakukan “komunikasi” dengan berbagai jenis kata dan intonasi. Peneliti kemudian mengukur aktivitas otak anjing dengan menggunakan MRI.

Hasil penelitian membuktikan anjing lebih merespons intonasi dibanding kosakata.

Nah, mulai sekarang sebaiknya kita menggunakan intonasi lembut ketika bercakap-cakap. Pasang wajah ramah dan penuh senyum. Tetapi jangan hanya terhadap anjing, lho ya… (*)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: