jump to navigation

Dunia di Mata Pengidap Buta Warna September 7, 2008

Posted by wacanbocah in Pengetahuan, Tips Sehat.
Tags: , , , , ,
2 comments

Seperti apa warna dunia di mata orang yang buta warna? Apakah mereka melihatnya seperti televisi hitam putih?

Barangkali kamu membayangkan, betapa menderitanya mereka. Tak bisa menikmati indahnya warna-warni pelangi. Kenyataannya mereka enjoy saja. Sebagian besar pengidap tak menyadari dirinya buta warna. Dalam benaknya, warna yang mereka lihat sama dengan dengan orang lain.

Plate 1

Plate 1

Buta warna atau color vision defeiciency disebabkan ketidakmampuan mata membedakan suatu warna dengan yang lain. Dua warna yang berbeda, misalnya hijau dengan merah terlihat serupa. Kesalahan itu bisa terjadi pada mata, saraf, ataupun otak.

Untuk mengidentifikasi warna, mata menggunakan organ yang disebut cone. Benda ini terletak di retina. Manusia memiliki tiga cone, yakni hijau, merah, dan biru. Jika salah satu cone rusak maka manusia mengalami buta warna. Jika rusak semua terjadilah buta warna total. Pengidap hanya bisa melihat warna hitam, putih, dan abu-abu. Namun ini jarang sekali terjadi. Yang banyak dijumpai adalah buta warna sebagian yakni dikromat dan trikromat. Dari semua itu, yang paling sering adalah buta warna merah –hijau.

(lebih…)

Iklan

Stetoskop, Earphone-nya Para Dokter Juni 29, 2008

Posted by wacanbocah in Pengetahuan, Tips Sehat.
Tags: , , , , , , , ,
12 comments

Para dokter rupanya hobi mendengarkan musik. Lihatlah, sebuah perangkat audio mirip earphone selalu tergantung di leher. Saat memeriksa pasien, kedua speaker kecil itu dipasangkan ke telinga. Tapi itu bukan earphone, melainkan stetoskop. Merupakan alat untuk mendengarkan irama musik yang dimainkan organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan usus.
(lebih…)

Memeriksa Mata Menggunakan Snellen Chart April 9, 2008

Posted by wacanbocah in Pengetahuan, Sains, Tips Sehat.
Tags: , , , , , , ,
9 comments

Saat berkunjung ke dokter mata atau optik, mungkin kamu melihat seseorang tengah diperiksa matanya. Sembari ditutup salah satu matanya, orang tersebut diminta mengeja deretan huruf  yang terpasang pada jarak tertentu.

Mudah membaca huruf pada baris teratas karena ukurannya besar. Namun semakin ke bawah semakin kecil. Deretan huruf itu bernama Snellen Chart, digunakan untuk mengukur ketajaman visual (visual acuity). Penemunya adalah ilmuwan Belanda pada abad 18 yakni Hermann Snellen (1834-1908).

Apakah Snellen Chart digunakan untuk mendignosa kelainan atau kerusakan mata? Gunanya adalah mengukur ketajaman visual, jadi tidak secara langsung mendeteksi kelainan. Namun jika mata pasien mengalami low vision (ketajaman lemah), itu merupakan gejala kelainan. Jika demikian, dokter akan memeriksa kelainan apa yang diderita.

(lebih…)